Latest Post
Tampilkan postingan dengan label SAINSTEK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SAINSTEK. Tampilkan semua postingan

Badan Pengawas Uni Eropa Imbau Google Jaga Privasi Penggunanya

Lantangnews.com -- Imbauan untuk merevisi kebijakan yang terkait dengan privasi para pengguna Google disampaikan Badan pengawas Uni Eropa terkait dengan keputusan Google untuk mengkonsolidasikan 60 kebijakan privasi yang tadinya terpisah menjadi satu kesepakatan pada Maret.

Langkah itu mengizinkan data dari berbagai macam produk Google untuk dikumpulkan menjadi satu. Data-data tersebut antaralain berasal dari penggunaan YouTube, Google+ dan Android, yang sangat berpotensial untuk membantu pengiklan.

Pengatur kebijakan privasi data Prancis, CNIL adalah pihak yang berada dibalik himbauan terhadap Google.

Mereka mengungkapkan bahwa perusahaan asal Amerika Serikat tersebut memiliki waktu satu bulan untuk melakukan perubahan.

Google diharap segera memberi informasi yang jelas tentang data apa saja yang dikumpulkan, dan apa tujuannya. Selain itu mereka juga harus memberikan kontrol lebih bagi para penggunanya tentang bagaimana informasi tersebut dikombinasikan.

CNIL memperingatkan jika tidak terjadi perubahan, maka perusahaan mesin pencari itu akan dituntut ke pengadilan.

Sementara Google menjelaskan masih butuh waktu untuk bisa merespon himbauan tersebut. "Kami telah menerima laporan dan sedang mengkajinya," kata bagian privasi Google, Peter Fleischer.

"Kebijakan privasi kami mendemonstrasikan komitmen untuk melindungi para pengguna, sekaligus menghasilkan produk yang bagus. Kami yakin terhadap kebijakan privasi kami menghormati hukum di Eropa," katanya*** antaranews/lantangnews

Perbandingan Windows 8 dan Windows 7

Lantangnews.com -- Microsoft tidak akan lagi membicarakan Windows 7 ataupun seri-seri di bawahnya setelah Windows 8 resmi diluncurkan pada 26 Oktober.

"Peluncuran resmi Windows 8 ke konsumen nanti (pada) 26 Oktober. Kalau versi 'release to manufacture' (peluncuruan bagi produsen komputer) sudah Agustus lalu," kata Technical Evangelist Developer and Platform Group PT Microsoft Indonesia, Norman Sasono, di Jakarta, Rabu.

Norman mengatakan spesifikasi teknis komputer yang dibutuhkan untuk Windows 8 jauh lebih ringan dibanding Windows 7. Spesifikasi minimal untuk Windows 8 yaitu prosesor berkecepatan satu gigahertz, kartu RAM satu gigabyte hingga dua gigabyte, ruang hard disk 16 gigabyte hingga 20 gigabyte, dan kartu grafis sesuai Microsoft DirectX 9.

Tentunya, Windows 8 mempunyai keunggulan fitur sentuh yang tidak dimiliki sistem operasi pendahulunya. "(Windows 8) masih dapat di-install di komputer atau laptop yang tidak mempunyai teknologi sentuh (touch), tapi fungsi-fungsinya akan terbatas," kata Norman.

Meskipun mempunyai gaya tampilan antar muka (user interface) berbentuk kotak-kotak, Windows 8 juga masih memiliki tampilan antar muka 'desktop' yang menyerupai Windows 7 tanpa tombol 'start'.

Norman juga menyebut aplikasi berbentuk kotak-kotak kecil tampilan muka Windows 8, seperti cuaca atau media jejaring sosial, akan selalu memperbarui konten di dalamnya. "Jika komputer tidak terkoneksi Internet, aplikasi itu akan menampilkan pembaruan terakhir sebelum koneksi Internet terputus," kata Norman.

Perbedaan lain Windows 8 dibanding sistem operasi sebelumnya, menurut Norman, adalah pengguna harus mengunduh piranti-piranti lunak atau aplikasi yang akan dipasang di komputer dari "Windows Store" (mirip Google Play atau App Store Apple), kecuali untuk beberapa program tertentu yang berkapasitas besar seperti program penyunting gambar atau video. ***antara/rol/lantangnews

Sebuah Planet Terbuat Dari Berlian Ditemukan

Lantangnews.com -- Tim gabungan peneliti Amerika-Prancis menemukan sebuah planet yang terbuat dari berlian. Ini bukan mengada-ada, sebagian besar susunan materi planet yang diberi nama '55 Cancri e' itu terdiri dari berlian.

Ketua tim peneliti dari Yale University, Nikku Madhusudhan, mengatakan, '55 Cancri e' berukuran dua kali lebih besar dengan massa delapan kali lipat dari Bumi. Planet itu terletak di konstelasi Cancer, sekitar 40 juta tahun cahaya dari Bumi.

Para astronom sejatinya telah mendeteksi planet ini sejak tahun lalu. Pendeteksian itu kemudian dilanjutkan dengan observasi oleh tim peneliti terhadap radius dan massa planet untuk menentukan sususan kimianya.

"Permukaan planet itu lebih mungkin berupa grafit dan berlian daripada berupa air dan granit," kata Madhusudhan seperti dilansir AFP, Jumat (12/10).

Lebih lanjut, '55 Cancri e' bergerak mengelilingi sebuah bintang yang disebut '55 Cancri'. Jarak antara keduanya relatif dekat sehingga satu kali revolusi (satu tahun) hanya membutuhkan waktu 18 jam. Akibat jaraknya yang relatif dekat dengan bintangnya, suhu '55 Cancri e' sangat panas. Temperatur diperkirakan mencapai rata-rata dua ribu derajat celcius.***rol/lantangnews

Virus 'Shamoon' Berdaya Rusak Tinggi

Lantangnews.com -- Virus "Shamoon", yang menyerang perusahaan minyak Arab Saudi, ARAMCO, mungkin adalah serangan paling merusak yang dihadapi sektor bisnis tersebut sekarang ini, kata Menteri Pertahanan AS Leon Panetta, Kamis (11/10).
Saat berpidato di hadapan para pemimpin usaha di New York, Panetta menggambarkan virus itu sebagai canggih dan menyatakan serangan serupa beberapa hari kemudian menghantam perusahaan gas alam Qatar, Rasgas.
"Lebih dari 30.000 komputer yang diserangnya (di ARAMCO) dibuat tak berguna, dan harus diganti," katanya.
Ia mengatakan virus Shamoon meliputi proses rutin yang disebut "wiper", dengan code untuk beroperasi sendiri dan mengganti fail sistem penting dengan gambar satu bendera AS sedang terbakar. Virus itu juga menulis semua data nyata secara berlebihan di mesin dengan apa yang ia sebut data sampah.
"Bayangkan dampak satu serangan seperti ini yang dapat ditimbulkan pada perusahaan anda," kata Panetta sebagaimana dilaporkan Reuters --yang dipantau di Jakarta, Jumat malam. Ia menyerukan berbagai langkah guna meningkatkan pertahanan maya di negeri itu.***antara/republika/lantangnews

LAPAN INGIN WUJUDKAN SATELIT MANDIRI

LANTANGNEWS.COM, Upaya pembangunan satelit dirintis Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) sejak meluncurkan Satelit A1-Tubsat pada awal tahun 2007 lalu. Pertengahan tahun depan, LAPAN akan segera meluncurkan satelit penerus A1, yakni satelit A2 di India.

Lalu dalam jangka empat tahun setelah meluncurkan satelit A2, LAPAN akan berencana akan meluncurkan dua satelit, satu satelit eksperimental dan satu satelit operasional. Langkah tersebut dilakukan untuk mewujudkan pembangunan satelit yang mandiri.

Ketua Pusat Satelit LAPAN, Suhermanto mengatakan, pola pembangunan satelit yang dijalani oleh Indonesia memang tergolong lambat. Hal ini diakibatkan dukungan industri teknologi pendukung satelit di Indonesia sangat kurang.

"Biayanya sangat mahal, perlu dukungan industri elektronika, logam yang bagus," kata Suhermanto di kantor Pusat Satelit LAPAN di Bogor, Jumat 31 Agustus 2012.

Ia membandingkan dengan Korea Selatan yang cepat dalam pembangunan satelit. Sebab, dukungan industri elektronikanya bagus.

Korea Selatan, lanjutnya, dalam waktu dekat, langsung dapat mengaplikasikan pengetahuan pembangunan satelit dari luar negeri. Bahkan Korea Selatan kemudian dapat meningkatkan kemampuan membuat roket sebagai wahana peluncur.

Selain problem industri pendukung, di Indoensia pembangunan satelit tekendala oleh regulasi frekuensi, baik itu di dalam negeri maupun frekuensi di luar negeri. Meski terbilang pembangunan satelit Indonesia lambat, tapi Suhermanto mengatakan pola yang dijalankan cukup sistematis dan mendapat
pengakuan dari negara lain.

"Pembangunan satelit di sini dinilai baik. Mozambik, Malaysia dan Thailand mengakui pengalaman kita dalam pembangunan satelit," ujarnya.

Ia mengatakan pola pembangunan satelit Indonesia mempunyai visi penguasaan pembuatan satelit mandiri secara bertahap. Awalnya pembangunan satelit dilakukan dengan transfer pengetahun teknologi dari negara luar, kemudian berusaha membuat perangkat lunak maupun keras dari dalam negeri dan oleh para ahli dari Indonesia. "Setelah transfer teknologi, sistem yang ada di dalam satelit harus kita kuasai," ujarnya.

Sistem tesebut di antaranya adalah reaction wheel, star sensor (sebuah navigasi sikap satelit yang dapat menggerakkan kamera), kamera, PCDH (Payload Control Data Handling), transmitter, coding dan encoding dalam pengiriman data.

Dengan sering meluncurkan satelit ke orbit juga berarti Indonesia dapat mengisi slot di luar angkasa. Menurutnya, sangat rugi jika slot di luar angkasa tidak diisi. Sebab, nantinya slot akan dipenuhi oleh satelit dari negara-negara besar.

"Di slot orbit kan bayar, memang sudah diatur slotnya. Tapi kalau tidak dipakai, bisa hilang slot itu, kita harus rebut slot orbit," katanya.***viva
 
Copyright © 2012. LANTANGnews.com - All Rights Reserved
Login: | Admin