Lantangnews.com -- Pemilihan Presiden 2014 merupakan "grand final" para tokoh senior karena merupakan kesempatan terakhir mereka sebagai Capres. "2014
grand final untuk para senior karena 2019 para elit tua sudah tidak ada
kesempatan lagi," kata pengamat politik Burhanuddin Muhtadi dalam acara
Dialog Aktual yang disiarkan TVRI, Rabu pagi, demikian ditulis antara
Menurut
Burhanuddin, saat ini tidak ada Capres maupun Parpol yang dominan. Dia
juga mengemukakan, berdasarkan survei yang dilakukan lembaganya, Capres
paling populer saat ini pun tingkat keterpilihannya tidak mencapai 20
persen.
Di sisi lain, dia mengatakan tingkat kepercayaan masyarakat pada Parpol juga menurun. Burhanuddin
mengemukakan popularitas Capres ternyata tidak berbanding lurus dengan
logika kualitas yaitu kompetensi, visi, prestasi, rekam jejak.
Dia
mengemukakan perilaku pemilih antara lain ditentukan oleh kecerdasan
pemilih, dan berdasarkan sensus 2010 sebanyak 58 persen penduduk hanya
lulusan SD. "Pola pikir pemilih harus diperbaiki. Bukan soal kenal calon
atau figur, karena mereka seharusnya memilih calon berdasarkan track record, kompetensi, prestasi dan visi. Saya tak yakin dalam waktu satu setengah tahun ini masyarakat bisa diajari hal demikian." *** antaranews/lantangnews
