Latest Post
Tampilkan postingan dengan label DAERAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DAERAH. Tampilkan semua postingan
02.10
Pemerintah Harus Mendukung Pembangunan Madrasah
LANTANGnews.com -- Meski keberadaan madrasah di bawah Kementerian Agama (Kemenag) tidak
diotonomIkan ke daerah, namun pemerintah daerah harus mendukung
sepenuhnya pembangunan madrasah-madrasah. Apalagi sebagian besar
madrasah merupakan milik masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam
dana pengembangannya.
Hal itu dikatakan Anggota Komisi D DPRD Kab. Bandung, H. Dadang Supriatna, dalam rapat kerja teknis Madrasah dan Pendidikan Agama (Mapenda) Kemenag Kab. Bandung, Senin (10/12). "Jangan sampai ada anggapan madrasah seperi Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) kurang diperhatikan pemerintah daerah," katanya dalam acara yang dihadiri Kepala Kemenag Kab. Bandung H. Cecep Kosasih dan ratusan kepala madrasah dan pengawas.
Apalagi madrasah-madrasah juga mendidik anak-anak daerah dengan kemampuan pendanaan yang sebagian besar dari kemampuan yayasan. "Sebagian besar madrasah dimiliki masyarakat dan hanya amat sedikit yang berstatus negeri. Dengan kondisi itu madrasah-madrasah membutuhkan uluran tangan dari pemerintah daerah," ujarnya.
Dadang menyarankan agar Kemenag Kab. Bandung mengusulkan kebutuhan anggaran untuk pengembangan madrasah pada tahun 2013. "Nanti kita bahas di Badan Anggaran (Bangar) DPRD Kab. Bandung untuk disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah," katanya.***(A-71/A-147/PR)
Hal itu dikatakan Anggota Komisi D DPRD Kab. Bandung, H. Dadang Supriatna, dalam rapat kerja teknis Madrasah dan Pendidikan Agama (Mapenda) Kemenag Kab. Bandung, Senin (10/12). "Jangan sampai ada anggapan madrasah seperi Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) kurang diperhatikan pemerintah daerah," katanya dalam acara yang dihadiri Kepala Kemenag Kab. Bandung H. Cecep Kosasih dan ratusan kepala madrasah dan pengawas.
Apalagi madrasah-madrasah juga mendidik anak-anak daerah dengan kemampuan pendanaan yang sebagian besar dari kemampuan yayasan. "Sebagian besar madrasah dimiliki masyarakat dan hanya amat sedikit yang berstatus negeri. Dengan kondisi itu madrasah-madrasah membutuhkan uluran tangan dari pemerintah daerah," ujarnya.
Dadang menyarankan agar Kemenag Kab. Bandung mengusulkan kebutuhan anggaran untuk pengembangan madrasah pada tahun 2013. "Nanti kita bahas di Badan Anggaran (Bangar) DPRD Kab. Bandung untuk disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah," katanya.***(A-71/A-147/PR)
Label:
DAERAH
19.27
Gubernur Jabar : Dengan iman yang kuat maka setiap individu akan takut melakukan korupsi
LANTANGnews.com -- Demi mencegah aksi korupsi, Pemprov Jawa Barat berupaya
meningkatkan iman dan takwa masyarakat. Salah satunya dengan upaya
peningkatan pemahaman Alquran.
"Supaya terhindar dari aksi korupsi maka keimanan harus diperkokoh dan diperkuat," ujar Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pada sela-sela acara Silaturahmi dan Launching Gerakan Wakaf 1 juta Alquran di Gedung Telkom, Jalan Gegerkalong Hilir, Kota Bandung, Minggu (9/12/2012).
Dia menjelaskan peningkatan iman akan membuat individu takut melakukan tindakan negatif. Akibatnya, individu tersebut senantiasa berbuat kebaikan. Lebih lanjut dia menuturkan aksi korupsi kerap menggoda pejabat. Keimanan yang tipis akan membuat pejabat mengumpulkan harta dengan cara-cara yang tidak halal.
"Dengan iman yang kuat maka setiap individu akan takut melakukan korupsi," bebernya.
Menurutnya, pembangunan keimanan masyarakat bisa dilakukan dengan peningkatan terhadap Alquran. Sebab, Alquran merupakan pedoman umat Muslim menuju jalan kebaikan. Mengingat jumlah penduduk Jabar yang mencapai 44,9 juta orang (per Juli 2012), maka dibutuhkan banyak sekali Alquran. Untuk itu, pihaknya berkerja sama dengan Majelis Percikan Iman melakukan Gerakan Wakaf 1 juta Alquran.
"Tambahan penduduk Jabar mencapai 851.000 orang per tahun, sehingga dibutuhkan banyak sekali Alquran," bebernya..***jul/inilahjabar/lantangnews
"Supaya terhindar dari aksi korupsi maka keimanan harus diperkokoh dan diperkuat," ujar Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pada sela-sela acara Silaturahmi dan Launching Gerakan Wakaf 1 juta Alquran di Gedung Telkom, Jalan Gegerkalong Hilir, Kota Bandung, Minggu (9/12/2012).
Dia menjelaskan peningkatan iman akan membuat individu takut melakukan tindakan negatif. Akibatnya, individu tersebut senantiasa berbuat kebaikan. Lebih lanjut dia menuturkan aksi korupsi kerap menggoda pejabat. Keimanan yang tipis akan membuat pejabat mengumpulkan harta dengan cara-cara yang tidak halal.
"Dengan iman yang kuat maka setiap individu akan takut melakukan korupsi," bebernya.
Menurutnya, pembangunan keimanan masyarakat bisa dilakukan dengan peningkatan terhadap Alquran. Sebab, Alquran merupakan pedoman umat Muslim menuju jalan kebaikan. Mengingat jumlah penduduk Jabar yang mencapai 44,9 juta orang (per Juli 2012), maka dibutuhkan banyak sekali Alquran. Untuk itu, pihaknya berkerja sama dengan Majelis Percikan Iman melakukan Gerakan Wakaf 1 juta Alquran.
"Tambahan penduduk Jabar mencapai 851.000 orang per tahun, sehingga dibutuhkan banyak sekali Alquran," bebernya..***jul/inilahjabar/lantangnews
Label:
DAERAH
02.20
JAT Bantah Tudingan Mabes Polri tentang Kamp Pelatihan Militer
Lantangnews.com -- Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) membantah tudingan Mabes Polri yang menyebut organisasi itu memiliki kamp pelatihan militer di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
“Mabes Polri telah melakukan kriminalisasi terhadap JAT,” kata Humas JAT, Sonhadi, seperti ditulis okezone, Rabu (17/10/2012).
Menurut dia, JAT tidak pernah menggelar latihan perang karena di dalam tubuh organisasi tidak ada program itu. “Lokasi yang disebut Mabes Polri bukan milik JAT,” tegas Sonhadi.
Sonhadi melanjutkan, JAT juga tidak memiliki anggota di Poso. “Kalau simpatisan kami tidak memungkiri. Memang ada simpatisan JAT di sana, tapi mereka tidak memiliki KTA JAT. Jadi, mereka bukan anggota JAT,” ujarnya .
Bila perlu, lanjut dia, pihaknya akan mendatangi Mabes Polri untuk mengklarifikasi tuduhan tersebut. “Kami akan mendatangi Mabes Polri dan meminta klarifikasi,” pungkasnya.
Seperti diberitakan, dua polisi yang petugas di Polsek Poso Pesisir, yakni Brigadir Polisi Sudirman dan Briptu Andi Sapa hilang sejak 8 Oktober lalu. Mereka ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kawasan hutan di Dusun Tamanjeka, Desa Masani, Poso Pesisir. Mabes Polri menyebut lokasi ditemukannya dua mayat tersebut merupakan kamp pelatihan militer JAT.
“Mabes Polri telah melakukan kriminalisasi terhadap JAT,” kata Humas JAT, Sonhadi, seperti ditulis okezone, Rabu (17/10/2012).
Menurut dia, JAT tidak pernah menggelar latihan perang karena di dalam tubuh organisasi tidak ada program itu. “Lokasi yang disebut Mabes Polri bukan milik JAT,” tegas Sonhadi.
Sonhadi melanjutkan, JAT juga tidak memiliki anggota di Poso. “Kalau simpatisan kami tidak memungkiri. Memang ada simpatisan JAT di sana, tapi mereka tidak memiliki KTA JAT. Jadi, mereka bukan anggota JAT,” ujarnya .
Bila perlu, lanjut dia, pihaknya akan mendatangi Mabes Polri untuk mengklarifikasi tuduhan tersebut. “Kami akan mendatangi Mabes Polri dan meminta klarifikasi,” pungkasnya.
Seperti diberitakan, dua polisi yang petugas di Polsek Poso Pesisir, yakni Brigadir Polisi Sudirman dan Briptu Andi Sapa hilang sejak 8 Oktober lalu. Mereka ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kawasan hutan di Dusun Tamanjeka, Desa Masani, Poso Pesisir. Mabes Polri menyebut lokasi ditemukannya dua mayat tersebut merupakan kamp pelatihan militer JAT.
Label:
DAERAH
